Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Obesitas Anak

Tak dapat dipungkiri bahwa saat ini anak lebih suka menghabiskan banyak waktu di depan televisi entah itu menonton televisi atau bermain games. Tak ayal lagi  permainan tradisional berkelompok sudah mulai ditinggalkan. Namun  orangtua perlu waspada dalam mengawasi anak yang bermain menyendiri dengan perangkat audiovisual ini karena ada hubungannya dengan  masalah kesehatan anak. Perlu diketahui bahwa hampir separuh dari anak usia 8-16 tahun menonton tv 3-5 jam setiap harinya.
Akifitas fisik anak yang menghabiskan banyak waktu di depan layar tv atau monitor akan menurun dengan kegemaran mereka bermain games atau menonton TV dan akhirnya berat badan mereka akan meningkat dua kali lipat.  Dalam satu dekade ini dikatakan bahwa hampir 1 dari 5 anak mengalami kelebihan berat badan, peningkatan obesitas ini terjadi pada anak dan remaja di segala usia,ras dan gender.  Anak obes memiliki penyakit diabetes tipe 2 yang dulunya hanya terjadi pada orang dewasa.  Anak-anak yang obes, setelah dewasa akan cenderung menjadi obes juga. Hal ini menempatkan anak pada resiko lebih besar untuk sakit jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke saat dewasa.
Pada keadaan obes setiap anak perlu diberikan konseling selain juga diperiksa oleh dokter untuk skrining kolesterol, uji fungsi hati, dan diabetes. Pada keadaan tertentu pelru dilakukan USG perut untuk melihat apakah ada perlemakan hati.
Oleh karena itu orang tua sangat berperan untuk mengawasi anak dan membatasi anak bermain games atau menonton televise. Tips sederhana yang dapat dilakukan di rumah untuk mengatasi berat badan anak :

  • Makan bersama keluarga di meja makan
  • Tidak membawa makanan di depan televisi baik makanan berat atau makanan kecil
  • Jangan menggunakan makanan sebagai hadiah bagi anak
  • Nikmatilah makanan dan kebersamaan dimeja makan
  • Ganti camilan anak dengan buah yang mereka sukai
  • Ganti sirup atau minuman ringan dengan jus buah buatan sendiri tanpa gula

Jika pola makan anak sudah baik, pertahankan dan atur menu makanan anak agar lebih banyak mengonsumsi makanan segar ketimbang makanan sarat lemak namun rendah gizinya.Hapuslah anggapan bahwa anak gemuk lucu dan menggemaskan. Fokuslah pada kesehatan dan bukan berat badan. Perbanyaklah kegiatan fisik bersama seperti olahraga bersama setiap pecan atau jalan sore berkeliling kompleks.

Hidup sehat dimulai dari keluarga.