Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Osteoporosis

Epidemiologi         
Osteoporosis (pengeroposan tulang) adalah kondisi dimana masa dari tulang menjadi berkurang dan menimbulkan resiko terjadinya patah tulang. Terjadinya patah tulang biasanya akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia, biasanya terjadi pada usia lanjut pada wanita setelah usia diatas 50 tahun resikonya akan meningkat 3 kali dibandingkan laki-laki. Kasus terjadinya patah tulang yang disebabkan oleh osteoporosis dilaporkan sebanyak 1,3 juta kasus pertahunnya. ½ kasus patah tulang terjadi pada tulang punggung, ¼ kasus patah tulang terjadi pada tulang pinggul, dan ¼ kasus patah tulang terjadi pada pergelangan tangan.

(a,b)  masa tulang normal, (b,c) masa tulang berkurang (Osteoporosis)

 
 

Faktor Resiko Terjadinya Osteoporosis
Orang-orang yang lebih beresiko tinggi mengalami osteoporosis adalah bangsa Eropa, Asian, wanita lebih beresiko 3x dibandingkan laki-laki, menstruasi pertama kali yang terlambat, menopose yang terjadi lebih dini, bertambahnya usia, terdapat keluarga yang memiliki riwayat mengidap osteoporosis, masa tubuh yang kurang (<63 Kg).

Etiologi (Penyebab) terjadinya Osteoporosis
Diantara penyebab timbulnya osteoporosis  diantaranya; tidak mengkonsumsi susu, vegetarian, mengkonsumsi calcium yang kurang, peminum alkohol, perokok aktif maupun pasif, kurang aktifitas, Pengidap Diabetes (kencing manis), gagal ginjal, terjadi gangguan pada saluran pencernaan, hiperparathyroid, pengkonsumsi obat jangka lama; Glucocotticoid, lithium, kemoterapi, antikejang (Phenytoin, Phenobarbital, Valproate, Carbamazepine), dan yang terakhir penyebabnya masih belum diketahui.

Diagnosis Osteoporosis
                Pasien dengan osteoporosis biasanya tidak mengeluhkan adanya gejala, osteoporosis baru timbul ketika sudah terjadi komplikasi, diantaranya terjadinya patah tulang dengan trauma yang ringan, punggung menjadi bungkuk.

Badan menjadi bongkok pada penderita osteoporosis

 

 

Osteoporosis dapat dideteksi secara dini dengan melakukan pemeriksaan DEXA (kepadatan tulang) yang dapat dilakukan dari bonggol tulang paha (Femoral neck), tulang belakang, dan pada tulang di pergelangan tangan bila T-score nya sama atau kurang dari -2,5. Pada pemeriksaan pencitraan (X-ray) osteoporosis baru dapat terlihat bila masa tulang sudah kurang dari 30 %, pada kasus-kasus yang sedang hingga berat pada x-ray akan tanpak masa tulang khususnya pada tulang belakang akan berkurang.

Pemeriksaan kepadatan tulang menggunakan DEXA

 

Patah tulang punggung
disertai osteoporosis

              

 

Terapi Osteoporosis

Modalitas penatalaksanaan osteoporosis ada berbagai cara, diantaranya; dengan melakukan olahraga disarankan melakukan berenang, sepedah statis, mengkonsumsi suplemen Calsium 1200 mg/ hari, vitamin D 800 IU perhari, Biposphonat. Tindakan operasi hanya dilakukan bila sudah terjadi komplikasi terjadinya patah tulang dapat berupa tindakan pemasangan implant, Vertebroplasty atau khypoplasty.